Kanal

Covid-19 Belum Usai, Gubri Minta Masyarakat Maksimalkan Vaksinasi

PEKANBARU, Beritaone.id - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bahwa Pandemi Covid-19 saat ini belum usai, sebab itu ia terus meminta masyarakat Riau untuk dapat maksimalkan vaksinasi terutama vaksinasi ketiga atau booster.

"Pandemi Covid-19 di Riau ini belum usai dan saat ini kami minta vaksinasi yang belum selesai dapat digaungkan kembali agar vaksin booster dapat tercapat targetnya," pinta Gubri Syamsuar pada saat menghadiri kegiatan khatam quran & doa selamat dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H di Masjid Nurul Hikmah Jl Makmur Kelurahan Tangkerang Labuai Pekanbaru, Sabtu malam (31/07/2022).

Sebagai informasi, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Riau per tanggal 30 Juli 2022, capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua di Provinsi Riau telah melebihi target nasional yakni 99,92 persen untuk dosis pertama dan 80,48 persen untuk dosis kedua. Akan tetapi, Gubernur Syamsuar menyebutkan capaian vaksin booster di Riau masih rendah yakni 22,20 persen atau masih 1.074.465 dosis. 

"Jika dilihat vaksin booster kita masih jauh kurangnya, untuk itu kami akan menggalakkan vaksinasi ini terus menerus agar targetnya bisa tercapai," sebutnya.

Pihaknya juga akan melakukan vaksinasi massal kembali khususnya vaksin booster, karena ini upaya bersama untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 juga bertujuan untuk meningkatkan dengan baik imunitas masyarakat Riau.

"Mari kita dukung vaksinasi massal yang telah digerakkan kembali oleh pemerintah baik di provinsi maupun kabupaten/kota se - Provinsi Riau," ujar Syamsuar.

Syamsuar juga mengharapkan agar masyarakat Riau dapat menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Satgas COVID-19, demi mencegah penularan COVID-19.

"Tetap jaga prokes yang telah ditetapkan dan manfaatkan gerai vaksinasi yang telah kita sediakan agar imunitas kita bisa terjaga dengan baik," harapnya.

Sementara itu, Gubri juga menjelaskan bahwa pada saat ini energi di Provinsi Riau masih banyak subsidinya dari pemerintah, "Semakin tinggi harga minyak maka semakin tinggi pula subsidinya, karena memang kita masih keterbatasan energi," jelas Syamsuar.

Lanjutnya, banyak masyarakat yang beranggapan bahwasanya gambut di Riau ini menjadi perusak lingkungan. "Menurut saya, jika lahan gambut ini tidak dijaga dengan baik maka akan sering terjadinya kebakaran lahan gambut seperti Karhutla yang terjadi pada tahun - tahun sebelumnya," lanjutnya.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwasanya 52 persen dari luas lahan di wilayah Riau ini adalah lahan gambut seperti Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepualauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hilir yang semuanya ini mayoritasnya gambut. 

"Akan tetapi, pada saat ini masyarakat banyak yang ingin menyelamatkan bumi melalui gambut, karena gambut jika dimanfaatkan dengan baik maka bisa menjadi penyumbang yang baik dalam menurunkan emisi karbon," ungkap Syamsuar.

Orang nomor satu di Riau ini juga menyatakan bahwasanya mangrove di Provinsi Riau dahulunya tidak ada yang memperdulikan bahkan di pesisir Riau banyak mangrove ini yang ditebang dan dijual.

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER